![]() |
Foto//Harga daging sapi dipasar Tanjung naik menjelang Idul Fitri |
TANJUNG, penantb.com -Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, harga daging sapi mengalami lonjakan yang signifikan di pasar tradisional Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (29/03/2025).
Faktor utama penyebab kenaikan harga adalah meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadhan dan menjelang idu Fitri.
Kenaikan ini semakin dirasakan oleh masyarakat seiring dengan meningkatnya permintaan daging untuk kebutuhan hari raya.
Berdasarkan pantauan di pasar Tanjung, harga daging sapi yang sebelumnya berkisar antara Rp110.000 hingga Rp115.000 per kilogram sebelum Ramadan, kini telah mencapai Rp130.000 per kilogram hanya dua hari sebelum Idul Fitri.
Kenaikan harga ini tentu menjadi perhatian banyak pihak, terutama konsumen yang membutuhkan daging sebagai bahan utama dalam berbagai hidangan khas Lebaran.
Salah satu warga yang ditemui media ini, Sari, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lonjakan harga tersebut.
"Saya sangat kecewa karena harga daging naik menjelang Idul Fitri. Saya berharap harga daging bisa kembali normal seperti biasa," ujar Sari.
Untuk menyiasati kenaikan harga ini, ia mengaku memilih ayam sebagai alternatif agar tetap bisa menyajikan hidangan spesial saat Lebaran.
Tidak hanya konsumen, para pedagang yang menggantungkan usahanya pada daging sapi juga merasakan dampaknya.
Rahman, seorang pedagang bakso mengeluhkan kenaikan harga daging karena berdampak pada biaya produksi dagangannya.
"Saya sudah berlangganan dan hampir setiap hari membeli daging untuk kebutuhan berjualan bakso," ungkapnya.
"Dengan harga yang semakin mahal, saya harus berpikir ulang apakah akan menaikkan harga bakso atau mengurangi porsi daging dalam adonan. Saya berharap harga daging bisa turun agar usaha saya tidak terganggu," sesalnya.
Kenaikan harga daging sapi menjelang hari raya bukanlah fenomena baru. Setiap tahun, permintaan yang tinggi di pasar selalu mendorong harga naik.
Di sisi lain, pemerintah telah berupaya untuk mengendalikan harga dengan berbagai kebijakan, termasuk adanya operasi pasar, Namun, langkah ini belum sepenuhnya mampu menekan harga daging segar di pasar tradisional Tanjung.
Menanggapi lonjakan harga ini di pemberitaan sebelumya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Utara, H Haris Nurdin, mengakui bahwa fenomena kenaikan harga bahan pokok saat Ramadhan dan menjelang idul Fitri hampir selalu terjadi setiap tahun.
Menurutnya, faktor utama penyebab kenaikan harga adalah meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadhan dan menjelang idul Fitri.
"Ini memang tidak bisa kita pungkiri. Setiap bulan Ramadhan dan menjelang hari raya idul Fitri harga bahan pokok selalu naik, meskipun kami dari Dinas Perdagangan terus melakukan pemantauan harga di pasar," jelasnya. (Ten)
0 Komentar